Berbelanja di Tanah Suci
Orang Indonesia terkenal hobi berbelanja. Ke mana pun tujuan perginya, masyarakat Indonesia, terutama wanita, selalu menyempatkan diri untuk berbelanja--baik untuk dirinya sendiri, maupun oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat. Tidak terkecuali di Tanah Suci.
Salah satu bukti bahwa jamaah haji dari Indonesia gemar berbelanja adalah dikuasainya beberapa kosakata Bahasa Indonesia oleh para pedagang Arab. Hal ini tentu ditujukan agar komunikasi antara penjual dan pembeli berjalan dengan baik.
Dalam berbelanja, jamaah seringkali kalap dan mengabaikan hal-hal penting. Setiap hal yang menarik dan tertangkap mata selalu ingin dibeli. Padahal, apa yang dibeli belum tentu diperlukan atau menguntungkan. Bahkan terkadang justru merugikan diri sendiri.
Agar ibadah haji tetap berjalan khusyu dan tetap dapat berbelanja dengan efisien, juga efektif, Thawaf Magz menghimpun beberapa tips berbelanja saat beribadah haji ke Tanah Suci:
- Sebelum berangkat ke Tanah Suci, buatlah daftar barang yang ingin dibeli. Selain untuk penghematan, hal ini juga berguna agar Anda lebih fokus dan tak tergoda dengan barangbarang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
- Siapkan uang tunai lebih banyak jika ingin berbelanja. Kartu kredit hanya dapat digunakan di hotel bintang lima dan beberapa toko perhiasan.
- Jika persediaan uang Anda terbatas, Anda dapat berbelanja saat akhir masa haji karena pedagang akan banting harga--jauh lebih murah ketimbang saat awal masa haji.
- Jangan ragu jika Anda ingin menawar. Hal ini wajar seperti yang terjadi di pasar-pasar Indonesia. Hanya saja, hindari jarak terlalu dekat dengan pedagang berlawanan jenis.
- Anda harus mengerti Bahasa Arab bila ingin membeli makanan agar bisa membaca tanggal kadaluarsanya. Setidaknya tanyakan pada kerabat atau keluarga Anda yang mengerti Bahasa Arab.
- Penjual di Arab juga banyak memperdagangkan barang palsu. Jika Anda barang-barang asli, Anda mesti ekstra-cermat dalam memilih.
- Salah satu oleh-oleh khas ibadah haji ialah kurma. Belilah kurma saat di Madinah. Selain lebih murah, kualitasnya pun terkenal lebih baik dibandingkan dengan tempat lainnya. Di Mekkah, harga kurma bisa mencapai setengah kali lebih mahal.
- Awas copet! Sebaiknya Anda jangan berbelanja sendiri tetapi juga hindari berkerumun terlalu banyak. Simpan dan lindungi uang serta barang berharga lainnya dengan baik.
- Jangan berbelanja di waktu shalat lima waktu. Lima menit sebelum adzan, para pedagang menutup toko mereka dan bergegas menuju masjid terdekat untuk beribadah. Bagi pedagang yang malas ke masjid, biasanya mereka menggelar karpet di jalan sekitar toko untuk menunaikan shalat berjamaah dengan para pengguna jalan lainnya.
- Yang terpenting adalah perhatikan ketentuan batas maksimum barang yang ditetapkan manajemen haji, terutama ketentuan penerbangan. Seringkali barang menjadi mubazir karena melebihi batas maksimum yang ditentukan. Ada baiknya barang yang dibeli di Madinah Anda kirimkan ke tanah air melalui jasa kurir. Selain meringankan bawaan saat menuju Mekkah, Anda akan terhindar dari kemubaziran.



Facebook
Twitter
del.icio.us
Digg
Post your comment