H. Suratno [KBIH Nurul’Aini]: Ciptakan Haji Mandiri
KBIH Nurul’Aini bermula dari Rombongan Ibadah Haji Suratno. Di tahun 1995, sesuai peraturan Kementerian Agama RI, ia membentuk Yayasan Nurul’Aini. Pengalamannya sebagai TNI Marinir, sangat membantu jamaah agar tidak tersesat dan menjadikan mereka haji mandiri.
KBIH Nurul’Aini didirikan tahun 1992. Nurul’Aini makna harfiahnya Cahaya Mata. Nama ini diambil dari nama seorang anak yang menjadi rekannya. Demikian menurut H. Suratno, pembimbing ibadah haji KBIH Nurul‘Aini menceritakan latar belakang nama KBIH yang dipimpinnya, di bilangan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.
H. Suratno menuturkan, sebelum KBIH Nurul‘Aini terbentuk, ia sudah memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci di tahun 1982. “Saya menjadi pembimbing haji tepat saat pertama kali saya menunaikan ibadah haji. Waktu itu belum ada KBIH. Dan namanya, Rombongan Ibadah Haji Suratno. Di tahun 1992, saya memberangkatkan jamaah haji sebanyak 160 orang,” ungkap H. Suratno menuturkan latar belakang keberadaan KBIH Nurul’Aini.
Memasuki tahun 1995, nama Rombongan Ibadah Haji Suratno pun diganti menjadi KBIH Nurul’Aini seiring kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama, bahwa setiap penyelenggara haji harus berbadan hukum. “Dimulainya dengan membentuk Majelis Ta’lim Nurul’Aini, dan teman-teman memberikan
suport agar saya membentuk KBIH. Berkat dorongan teman-teman, saya pun secara resmi mendirikan KBIH Nurul’Aini,” cetus pria yang dikaruniai lima anak ini.
Dalam perjalanannya, KBIH ini mendapat sambutan hangat baik dari rekan-rekan maupun masyarakat luas. Sebagai mitra Kementerian Agama, KBIH ini berupaya memberikan edukasi pada calon jamaah sedetil-detilnya. “Ini sengaja kami berikan agar jamaah bisa menjadi haji mandiri,” ucap pria kelahiran 69 tahun lalu ini.
Edukasi diberikan 6 bulan sebelum calon jamaah haji menunaikan ibadah haji. Teori manasik diberikan sebanyak 24 kali pertemuan. “Materi yang diberikan berupa syarat dan sahnya rukun menunaikan ibadah haji dengan slide. Seperti pengertian rukun umrah, berihram, miqat, thawaf, tahalul. Semua kami jelaskan secara detil dan kami beri penjelasan secara berulang-ulang, sehingga ketika berada di Tanah Suci dan melaksanakan haji, ibadah mereka bisa sempurna,” kilah pria mantan tentara ini.
Adapun praktik manasik, KBIH Nurul’Aini mengambil tempat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Praktik manasik dilakukan sebanyak dua kali.
Agar jamaah tidak tersesat ketika usai ibadah di Tanah Suci, seperti di Masjidil Haram, H. Suratno pun membekali jamaah dengan pengalamannya saat ia
masih menjadi Marinir [KKO]. “Setiap jamaah agar mengenali atau menghapal tempat yang dilewati, semisal menghitung pintu yang dilewati, sehingga jamaah tidak tersesat,” cerita pria pensiunan Sersan KKO di tahun 1988 ini.
Untuk keamanan jamaah wanita, KBIH Nurul’Aini tidak membolehkan jamaah wanita bepergian sendiri. Kecuali mereka bepergian secara berkelompok.



Facebook
Twitter
del.icio.us
Digg
kami dari www.salsabillatour.com dan berkerjasama dgn www.ms-aishah.com ,kami menawarkan paket full LA ( full land arrangement) untuk memberangkatkan jemaah umroh dan haji .
minat hub:
082117358722(rony)
MUASSASAH AISHAH adalah tour operator professional yang menangani pelayanan kepada jama’ah Umrah & Haji ke Tanah Suci. Didirikan di Jeddah pada th 1993 pusatnya di JEDDAH
AISHAH EST. - JEDDAH
* PO. BOX. 5003, Jeddah – KSA 21422
P/.F +966 2 640 7938
M. +966 505 691 067 / +62 818 833 003
E. aishah_jeddah@ms-aishah.com
* Shopping Arcade, Holiday Inn Al Salam Hotel
Jeddah – KSA. P/F. +966 2 631 5488
kami menangani semua pelayanan yang dibutuhkan oleh para jama’ah.
MS-AISHAH bekerjasama dengan lebih dari 50 trevel umroh dan haji di indonesia
untuk haji plus 2012 di buka $ 7500 dan haji reguler(biasa) Rp 40 jt
Post your comment