Kurdi Mustofa: “Banyak Hal Belum Dicapai IPHI”
Suasana khidmat amat terasa di Jakarta Convention Centre [JCC], Sabtu, 9 April 2011. Pasalnya, hari itu ada perayaan ulangtahun Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia [IPHI] ke-21.
Tatkala QS Al-Balad, dari ayat 1 hingga ayat 20 dikumandangkan, sebanyak 2.000 anggota IPHI dari berbagai wilayah Indonesia menyimaknya dengan khusyu’. Hari itu IPHI merayakan harlah dengan tema “Tasyakur Nasional 21 tahun IPHI Kebangkitan untuk Ukhuwah dan Kemakmuran Indonesia”. Acara dilangsungkan dengan me-launching penjualan Sertifikat Wakaf Reksadana dan Saham Ventura yang dilakukan Ketua Umum IPHI Kurdi Mustofa, Dirut PT. Artha Haji Parni Hadi, dan Dirut PT. Menara IPHI Erman Suparno.
Selanjutnya launching dilakukan dengan penyerahan formulir Reksadana Wakaf dan Saham Ventura pembangunan gedung Tabung Menara IPHI kepada 33 pengurus IPHI wilayah Indonesia oleh Dirut PT. Artha Haji, Parni Hadi dan Dirut PT. Menara IPHI, Erman Suparno. Kurdi Mustofa, usai acara harlah IPHI menyatakan, saat ini pengurus sedang berkonsentrasi untuk pembangunan gedung tersebut. “Sedang dinegosiasi tempatnya di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Dan IPHI Jawa Timur sudah membooking tanahnya senilai Rp 200 miliar. Gedung Tabung Menara Haji akan dibangun sebanyak 33 tingkat. Setiap provinsi kebagian satu tingkat,” ucap Kurdi Mustofa.
Tuturnya lagi, pembangunan gedung ini dihimpun dari anggota IPHI dalam bentuk penjualan saham dengan harga Rp 1 juta per saham. Gedung ini akan digunakan untuk semua kegiatan IPHI serta syiar Islam lainnya. “Kita konsentrasi di situ sebagai simbol kebangkitan IPHI. Saat ini, seluruh IPHI wilayah
sudah berkomitmen untuk menjual formulir Wakaf Reksadana dan Saham Ventura,” jelasnya lagi.
Purnawirawan Mayor Jenderal TNI AD yang kini menyumbangkan pemikirannya di IPHI ini menyatakan, bahwa program yang kini dijalani merupakan program berkelanjutan. “Kini dengan motto, Haji Sepanjang Hayat, kami mencoba membangun semangat kebersamaan kembali. Alhamdulillah, Allah merestui. Ini diiringi dengan semangat IPHI wilayah, seperti yang dilakukan IPHI Jawa Timur,” ulangnya menegaskan program IPHI berkelanjutan ini didukung IPHI seluruh wilayah Indonesia.
Terangnya lagi, di usianya ke-21 tahun ini, banyak hal yang belum dicapai IPHI, semisal masalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Mengenai perbedaan IPHI dahulu dan IPHI masa kepemimpinnya, terlihat dari komitmen dan gairah para anggota IPHI yang begitu antusias melaksanakan program
IPHI.
Parni Hadi: “IPHI Tidak Akan Seperti Masa Lampau”
Sementara itu Parni Hadi menyatakan, penjualan Sertifikat Wakaf Reksadana dan Saham Ventura yang diharapkan sebagai dana pemba-ngunan gedung Tabung Manara Haji ini dapat dipertanggungjawabkan. “Kami sudah menghubungi beberapa bank syariah, dan mereka sudah siap untuk bekerjasama. Dan saya yakinkan, insya Allah tidak akan terjadi seperti masa lampau, membeli saham tapi tidak ada juntrungannya,” ucap Dirut PT. Artha Haji ini di hadapan 2.000 anggota IPHI dari seluruh wilayah Indonesia ini seraya mengatakan bahwa keuntungan tersebut dapat diambil seluruhnya oleh anggota dan dapat juga 50% diambil dan 50%-nya diwakafkan.
Drs. Mubarok, MSi.: “Semoga IPHI Lebih Baik Kualitas SDM-nya”
Harlah IPHI ke-21 tahun ini, cukup banyak mendapat tanggapan dari pengurus IPHI. “Saya berharap di usianya yang ke-21 tahun ini, anggota IPHI dapat menjadi lebih baik, memelihara dan melestarikan kemabruran haji. Semakin lebih baik kualitas SDM-nya dan semakin tinggi kepeduliannya terhadap sesama. Serta senang menebar perdamaian, karena organisasi ini bagian dari penguatan NKRI,” ujar Drs. Mubarok, M.Si, mantan Ketua Umum IPHI priode 1999 hingga2010.
Menurutnya, sangat logis jika IPHI dahulu dan IPHI kepemimpinan Kurdi Mustofa terdapat suatu perbedaan. “Ilmiahnya seperti itu. Dari sisi waktu pasti berbeda. Berbeda tantangan akan berbeda respon, beda orangnya atau pemainnya juga beda tantangannya. Tapi, secara logika juga, tentu pertumbuhan meningkat, itu saya kira hal yang logika secara ilmiah,” imbuh Mubarok.
Salah satu program IPHI adalah membangun koperasi syariah. Di samping rencana tersebut, tidak dipungkiri bahwa tiap individu haji banyak yang sudah memiliki atau mendirikan usaha sendiri. “Saya kira apa yang sudah berjalan itu adalah satu hal, dan apa yang akan dilakukan
organisasi ini adalah satu hal, tetapi saya pikir hal itu bukan untuk saling dipertentangkan, tapi bisa saling mengisi, saling membantu, saling menguatkan. Bisa dilihat nanti di segmen mana. Mana yang mungkin bisa dikerjasamakan, dan bahkan bisa menjadi jaringan. Kalau itu koperasi
yang sudah ada dan sudah berkembang, bisa dikerjasamakan,” urai Mubarok.



Facebook
Twitter
del.icio.us
Digg
Post your comment