Home | Features | Laput | YERUSALEM: KOTA SUCI TIGA AGAMA

YERUSALEM: KOTA SUCI TIGA AGAMA

Font size: Decrease font Enlarge font
image

Saat banyak negara mengampanyekan kerukunan beragama, Yerusalem telah menjadi lambang Kota Suci bagi tiga agama jauh sebelumnya.

Yerusalem berpenduduk kurang lebih 747.000 jiwa. Luas wilayahnya 123 km2. Bagi kaum Yahudi, ini adalah Tanah Perjanjian yang terdapat dalam Kitab Suci masa lampau mereka. Bagi umat Kristen, ini adalah tanah tempat Kristus hidup dan menderita. Sedangkan bagi umat Islam, ini adalah Tanah Suci ketiga tempat Nabi Muhammad Saw melakukan perjalan ke Sidrat al Muntaha. Yerusalem memiliki peran penting dalam sejarah ketiga agama tersebut.

Yerusalem berarti The Holy [Yang Suci]. Bagi kaum Muslim, Yerusalem adalah situs suci ketiga dalam Islam. Nama Yerusalem berasal dari nama aslinya Ur Yebus-Salem atau Urishalim. Dalam Islam, nama itu berarti "perdamaian"-- berhubungan erat dengan konsep Islam yang kudus--tempat perdamaian memerintah dan konflik tidak diperhitungkan.

Yerusalem merupakan kota terbesar di Israel, baik dalam jumlah penduduk maupun luas wilayah. Kota ini dibagi dalam dua bagian, Kota Tua dan Kota Baru. Keduanya tidak terpisah. Kota Tua adalah kota dalam kota, seperti Vatikan di dalam Roma. Kota Baru adalah tempat pemerintahan dan modernisasi berpusat.

Berada di bawah pemerintahan Israel sejak terjadinya perang enam hari pada tahun 1967, Yordania yang kalah dalam pertempuran harus menyerahkan semua wilayah Yerusalem. Keunikan lain dari Yerusalem yang hanya seratus kilometer persegi ini adalah terbaginya kawasan ini menjadi empat wilayah etnis. Wilayah penduduk Muslim, Armenian, Yahudi, dan Kristiani. Meski demikian, tak semua warganya berasal dari satu agama saja. Seperti di wilayah Muslim, ada sekitar 60 keluarga Yahudi tinggal di sana.

Kota DelapanGerbang
Kota Tua dikelilingi tembok tinggi layaknya kota-kota Romawi kuno. Tembok ini punya fungsi sebagai pertahanan kota dari serangan musuh. Ketinggian tembok juga dibuat sangat kokoh. Konon ada batu yang beratnya 100 ton. Ketinggiannya berkisar antara 5-15 meter, dengan 43 menara pengawas di titik-titik penting seperti pintu-pintu masuk dan di setiap sudutnya.

Delapan gerbang menjadi pintu masuk ke kota ini, tujuh di antaranya masih difungsikan. Gerbang Baru di Barat Laut kota, gerbang Damaskus di sebelah Utara, Gerbang Herod di Timur Laut, Gerbang Singa [Gerbang St. Stephen] di sebelah Timur, Gerbang Emas di Timur [gerbang ini sudah ditutup umat Muslim pada abad ke-7], Gerbang al-Magharbeh di Tenggara, Gerbang Nabi Daud [Zion] di Selatan, dan gerbang terakhir yaitu yang biasa digunakan pengunjung untuk memasuki kota ini adalah Gerbang Jaffa [Jaffa Gate] di bagian Barat dari tengah kota. Gerbang ditutup saat matahari terbenam dan dibuka lagi saat matahari terbit.

Di Yerusalem, kewajiban untuk menghormati agama-agama lain sangatlah diutamakan. Adanya pengakuan dan rasa hormat antar-agama yang berada di kota itu [Muslim, Yahudi, dan Kristen] tertera dalam kitab suci al-Qur’an.

Triwulan Kristen yang terletak di bagian Barat Laut dari Kota Yerusalem, sedangkan landmark paling terkenal adalah Gereja Makam Kudus. Gereja yang dibangun Kaisar Romawi Konstantinus I pada abad ke-4 awal merupakan salah satu tempat paling suci bagi orang Kristen dan diyakini bahwa bangunan ini didirikan di atas tempat penyaliban dan kebangkitan Kristus. Gereja ini dibuka setiap hari dari pukul 05.00-09.00 selama musim panas dan 04.00-07.00 di musim dingin.

Triwulan Yahudi yang terletak di sudut Tenggara Kota Tua adalah rumah bagi Tembok Barat juga dikenal sebagai "Wailing Wall" atau Tembok Ratapan, salah satu tempat paling suci dalam Yudaisme dan sisa tembok yang mengelilingi Kuil Yahudi.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted):

total: | displaying:

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Tags
No tags for this article
Rate this article
0